Strategi Marketing Online

Strategi Marketing Online

Digital marketing menjadi hal yang wajib di era keterbukaan informasi dan teknologi seperti sekarang ini. Bagi para pemiliki usaha kecil memasuki dunia online untuk menjaring calon konsumen adalah sebuah keputusan yang sangat tepat. Untuk itu yang harus dilakukan pertama kali sebelum benar-benar terjun dalam dunia online yaitu harus mampu menyusun strategi marketing yang tepat. Dengan menyusun strategi digital marketing yang tepat sasaran maka bisa melejitkan angka penjualan. Para pelaku digital marketing Profesional sebenarnya bisa melakukan hal ini dengan mudah, karena memang itulah keahlian mereka. Berbekal pengalaman bertahun-tahun dalam menangani berbagai macam klien, mereka bisa dengan cepat menganalisa dan menentukan langkah-langkah agar sebuah produk semakin banyak dilirik dan dibeli oleh pelanggan. Lalu apa sebenarnya strategi marketing online yang dilakukan para profesional tersebut aagar efektif atau tepat sasaran? Berikut penulis berikan paparan hal-hal yang dilakukan oleh internet marketer profesional:

1.Menganalisa Pasar dan Perilaku Konsumen
Hal pertama yang dilakukan oleh pelaku internet marketing profesioanal adalah melakukan riset produk tersebut dan mencari seberapa tinggi tingkat kompetisi produk di pasar.

  • Menentukan keywords yang tepat
  • Mencari tahu tingkat persaingan keywords, termasuk mengulik apa yang dilakukan pesaing
  • Mencari target pasar yang sesuai (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, hobi dll)
  • Mencari dan menganalisa para kompetitor dan mengikutinya


Tidak semua orang bisa melakukan hal-hal yang disebutkan di atas, hanya para ahli strategi marketing online yang terlatih dan berpengalaman sanggup mencari, membuat dan mengumpulkan data-data tersebut. Dengan kumpulan data-data tersebut maka digital marketer akan bisa dengan mudah menyusun strategi pemasaran online yang tepat. Banyak brand terkenal melakukan yang juga melakukan riset pasar dengan cara Focus Group Discussion, face-to-face interview, atau langsung melakukan survey melalui media sosial. Dengan cara seperti ini akan didapat data-data yang sangat akurat tentang kondisi pasar dan perilaku konsumen dalam membeli produk. Setelah itu barulah mencari keunggulan produk yang akan dijual dan mengawinkan dengan keinginan pasar.

Misalkan bisnis yang akan digarap adalah toko online handphone dan berbagai macam merek handphone dijual di toko tersebut. Menurut data yang sudah didapat ternyata pasar saat ini lebih menyukai handphone dengan OS Android dan harga dibawah 3 jutaan, dengan begitu produk yang ditonjolkan oleh toko handphone tersebut adalah jenis produk yang sesuai dengan keinginan pasar. Produk-produk pilihan tersebut yang akan menjadi pemicu dan pemancing agar calon konsumen mengunjungi toko online dan melakukan pembelian.

2. Menemukan Media Promosi Yang Tepat
Masyarakat Indonesia memang tergolong gemar berkicau di media sosial, bahkan survey terbaru menunjukkan para remaja Indonesia lebih menyukai media sosial ketimbang televisi.  Namun yang perlu digaris bawahi adalah tidak semua media promosi yang ada di internet (khususnya media sosial) saat ini cocok untuk dijadikan sebagai sumber traffic. Seorang digital marketing tahu bahwa setiap media mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jenis-jenis media promosi bisa berupa website, forum, sosial media, email, search engine, online news, banner, paid review, Google AdWords dan masih banyak lagi. Ambil contoh, misal sebuah bisnis menjual jasa ekspor dan impor maka penggunaan media promosi seperti Twitter dan Facebook akan dirasa kurang tepat karena calon konsumen adalah para pebisnis dan mereka tergolong jarang menggunakan media sosial. Memilih media promosi email, serach engine dan forum akan dirasa lebih tepat dan lebih sesuai dengan karakter calon konsumen. Karena mereka cenderung lebih sering bersinggungan dengan email untuk berkomunikasi, Google untuk mencari informasi terkait, dan forum resmi untuk bertukar informasi.

3.Membuat Konten “Orisinal”
Poin ketiga ini bisa dibilang adalah poin yang paling menentukan diantara poin yang lain. Membuat konten yang orisinal, menginspirasi, dan bisa mempengaruhi konsumen adalah sebuah hal yang wajib. Jika digital marketing diibaratkan seperti kegiatan memancing, maka media promosi adalah alat pancingnya dan konten adalah umpannya. Yang dimaksud dengan konten orisinal disini bukan berarti semua konten harus dibuat dari nol, tetapi bisa juga menggunakan konten lain yang sudah ada dan mengambil pembahasan dengan point of view yang berbeda.

Contohnya : Jika di Google Indonesia saat ini sedang tren pencarian tentang film Captain Amerika. Lalu seorang Digital Marketer akan membuat konten berupa artikel tentang “Review Captain Amerika”. Di dalam artikel review tersebut Digital Marketer akan mencoba menghubungkan film Captain Amerika dengan produk yang akan dipasarkan.
Mungkin Anda yang membaca ini akan merasa sedikit bingung, “Bagaimana bisa seperti itu ?” Ya, membuat konten seperti itu memang bukan hal yang gampang, hanya para profesional yang sanggup melakukannya dengan baik. Cara pemasaran seperti ini disebut juga sebagai “Soft Selling”. Para pembaca artikel “Review Captain Amerika” tidak akan menyadari bahwa sebenarnya mereka sedang dibujuk melalui sebuah artikel review agar mengunjungi situs yang dituju atau membeli produk tertentu. Digital Marketer yang hebat pasti akan membuat konten yang sesuai dengan Target Audience. Konten yang bagus adalah konten yang bisa masuk kedalam alam bawah sadar calon konsumen, sehingga mereka akan dengan senang hati membicarakan dan membeli sebuah produk atau brand.

4.Measurement Framework Yang Benar
Setelah semua hal di atas dilakukan, maka hal terakhir adalah membuat Measurement Framework (kerangka pengukuran). Setiap strategi Digital Marketing yang dibuat harus mempunyai Measurement Framework yang tepat pula. Hal ini menjadi penting karena untuk menilai:

  • Apakah strategi yang dilaksanakan sudah efektif atau belum
  • Berapa produk yang terjual
  • Berapa kali jumlah klik/like/share yang terjadi
  • Siapa saja yang mengunjungi iklan (jenis kelamin, usia, hobi, dll)
  • Produk apa yang ternyata paling digemari


Sebenarnya semua hal di atas bisa dilakukan oleh para pemilik bisnis sendirian tanpa menggunakan jasa para pofesional. Strategi marketing online bisa dipelajari, namun, tentu saja aktifitas tersebut akan memakan banyak waktu dan tenaga, selain itu, apakah sumber informasi tersebut sudah yang terbaik atau apakah ada perubahan teknologi, algoritma di internet. Lalu muncul pertanyaan seperti: “Apakah pengorbanan tersebut efektif” dan “Apakah akan berhasil meningkatkan penjualan?” Jika masih ragu akan jawaban dari pertanyaan diatas, maka sebaiknya menyewa jasa digital marketing profesional, memereka memiliki segudang pengalaman, pemilik usaha tetap focus pada bisnis, serahkan saja pada ahlinya.