Content Hacking Services

Layanan profesional content hacking

Content yang baik mesti ditambahkan dengan faktor-faktor yang dapat menambah daya tarik bagi pembaca ditengah membludaknya informasi yang hampir seragam. Image dan video merupakan konten yang semakin digandrungi oleh para pembaca online. Tetapi perlu diingatkan, membuat video yang bagus dan berkualitas akan memerlukan biaya yang tidak murah.

Oleh karena itu, content yang membawa pesan dengan kata-kata dan gambar masih menjadi primadona. Gambar (image) akan memberi dampak yang kuat dalam sebuah content. Infografis dari DigitalAgencyNetwork.com menunjukkan bahwa artikel yang berisi image mendapatkan view 94% lebih banyak.

Sumber yang sama juga menunjukkan bahwa content marketing yang mengandung 2,400 kata memiliki potensi peringkat yang lebih tinggi di halaman pencarian Google. Namun hal ini masih bisa diakali dengan cara kreatif sehingga kuantitas kata yang tidak sebanyak itu tidak member dampak negatif kepada materi informasi secara keseluruhan. Sebagai bahan bacaan, content panjang dan pendek mempunyai segmen pembaca yag berbeda berdasarkan waktu, tempat dan media digital yang diakses ketika membaca.

Content yang disiapkan sesuai sasaran audience akan memberikan kesan yang lebih personal bagi pembacanya dan menunjukkan keseriusan dari penyedia content untuk membangun hubungan yang baik. Selain itu, keunikannya diciptakan untuk menghindari duplikasi, yang dapat membuat suatu content tidak akan diindeks oleh robot mesin pencari karena sudah ada informasi yang sama.

Begitu sebuah content sudah dibuat dan diposting di website yang sudah dipilih sebelumnya, selanjutnya memperhatikan performa yang didapatkan. Keberhasilan pelaku content hacking services, bisa diukur dari content yang diindeks oleh robot algoritma Google dan tampil pada halaman pertama serta backlink yang diperolehnya.

Tentu saja masih ada metode lain yang dipakai untuk meningkatkan daya sebar sebuah content termasuk yang cukup populer dan efektif seperti infografis, cerita yang diselipkan dengan video. Berbagai metode yang ada bisa dikombinasikan secara kreatif untuk mendapatkan engagement dengan pemirsa online.

Kedepannya, tentu content hacking akan mengambil peran yang semakin dominan. Hal ini dapat dipahami dari sisi pembeli yang semakin pintar dalam memutuskan suatu pembelian tidak lagi berdasarkan apa yang disampaikan oleh seseorang lewat percakapan dengan telepon email dan pertemuan atau asisten toko yang melayani, tetapi mereka sudah bisa melakukan riset yang terperinci melalui gawai yang terhubung dengan internet dimanapun kapanpun, mendapatkan “nasehat” pro dan kontra yang ada.

Adanya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan machine learning membuat pengalaman pengguna yang semakin baik dalam mendapatkan pencarian informasi yang tepat sasaran. Peran penydia jasa content hacking untuk menyajikannya semaik diperlukan.